PROBLEMATIKA BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL QURAN
Labels: belajar ngajiSudah menjadi takdir Allah, Al quran diturunkan dalam bahasa Arab, namun tidak ada halangan dan alasan bagi umat Islam untuk tidak mengakuinya sebagai kitab suci, dan Allah SWT memberikan jaminan kemudahan untuk memperjarinya, sebagaimana tercantum dalam QS. Az Zukhruf dan Al Qomar
Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa arab supaya kamu memahami(nya).(QS. Az Zukhruf : 3)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al Qomar : 17)
Penjelasannya sebagai berikut :
a. Huruf lam ( ل ) pada kata laqod ( لَقَدْ ) adalah untuk menunjukkan penegasan/penekanan (taukid) bermakna sungguh.
b. Kata setelah Qod ( قَدْ ) adalah yassarna ( يسرنا - telah Kami mudahkan; Allah Swt yang berkata) yang berbentuk fi'il madhi (past tense); juga bermakna penegasan. Bermakna sungguh.
c. Kata yassarna - يسرنا berbentuk fi'il madhi, yang menunjukkan peristiwa yang telah terjadi.
d. Pada surat Al Qamar, kalimat tersebut diulang sebanyak 4 kali (dengan susunan kalimat sama persis 100%) yaitu pada ayat 17,22,32,& 40, yang juga dapat bermakna penegasan.
Dari hal tersebut, jika diungkapkan dalam bentuk lain seakan-akan Allah Swt berkata :
"Wahai orang-orang beriman, Sungguh…sungguh….sungguh…sungguh…. telah Kami mudahkan Al Qurán untuk pelajaran (dipelajari)".
Apabila kita berbicara kepada seseorang dengan membuat penegasan seperti itu, tentu dalam rangka meyakinkan dan menunjukkan bahwa ucapan kita itu memang betul-betul seperti apa yang kita ucapkan. Jaminan inilah yang semoga membuat kita menjadi optimis untuk semakin giat mempelajarinya, termasuk didalamnya mempelajari tata bahasa Arab.
Kondisi riil di masyarakat kita, masih kita temukan kendala dalam pembelajaran Al quran ini. Ada kecenderungan saat ini bahwa sebagian banyak umat Islam, menempatkan pembelajaran Alquran sebagai sesuatu yang tidak prioritas, sehingga terkesan asal anak-anak sudah diikutkan ngaji di lingkungan, TPQ, atau masjid sekitar, sudah dianggap cukup. Padahal belajar Al quran memerlukan kesungguhan, baik dalam hal waktu, metode dengan didukung sarana dan prasarana yang baik. Rasululloh SAW mengingatkan kita semua dengan sabdanya :
“(Kelak) Islam akan mengalami kelunturan seperti lunturnya batik baju, sehingga tidak diketahui lagi apa itu shalat, puasa, ibadah dan sedekah. Dan Al-Qur’an sungguh akan dibawa pergi, sehingga tak ada satupun yang tersisa di muka bumi ini. Golongan manusia yang tersisa adalah Kakek dan Nenek. Mereka berkata: “Kami mendapatkan kalimat seperti ini dari nenek moyang kami:Laa Ilaaha Illallah, oleh karena itu kami mengucapkannya.”
TILAWATI, Terobosan Baru Belajar Membaca Alquran
Labels: belajar ngajiMetodologi pembelajaran Al Quran semakin variatif, dengan kelebihan yang ditawarkan oleh tiap-tiap metode. Satu diantaranya yang saat ini sedang semarak dipraktekkan adalah metode TILAWATI.
Sebagai metode baru, hasil kreasi para “GURU NGAJI” Jawa Timur ini menawarkan beberapa spesifikasi sebagai berikut :
- Metode Tilawati terdiri atas 6 jilid buku, termasuk GHORIB dan MUSYKILAT. Tiap-tiap jilid berbeda warna cover
- Masing-masing jilid dilengkapi dengan PERAGA yang berisi 20 halaman. Fungsi peraga akan membantu santri belajar secara klasikal dan memudahkan penguasaan materi karena peraga ini akan diulang- ulang (satu peraga bisa khatam antara 17 – 21 kali)
- Menggunakan irama LAGU ROST, sebagai lagu dasar yang mudah difahami dan ditirukan
Stop RBT dari Ponsel Anda
Labels: info aktualRBT pada awalnya menjadi sebuah kebanggaan dari pemilik hp, yang ternyata justru tidak bisa menikmati indahnya suara di RBT itu. Why? Ya, karena yang bisa mendengar justru orang lain yang sedang menghubungi kita, padahal kita yang terkena charge untuk biaya langganannya, nah ini yang bikin pusing, pulsa berkurang. Nah bagi sahabat-sahabat yang pengin berhenti menggunakan RBT, ini ada tips yang bisa dicoba :
- Telkomsel (HALO, SIMPATI dan KARTU AS) kirim ke 1212 dan ketik: RING(spasi)OFF
- Indosat -update- (MATRIX, MENTARI, IM3 dan STARONE) kirim ke 808 dan ketik: STOP atau UNREG Cara lain via menu sat@ccess dan pilih iring
- Excelcomindo/XL (XPLORE, BEBAS dan JEMPOL) kirim ke 1818 dan ketik: UNSUB
- THREE/3 kirim ke 1212 dan ketik: RBT(spasi)UNREG
- Natrindo Telekom Selular (AXIS) kirim ke 333 dan ketik: OFF
- Mobile-8 (FREN dan HEPI) kirim ke 2525 dan ketik: RINGGO(spasi)HAPUS
- Bakrie Telecom (ESIA) kirim ke 8888 dan ketik: RING(spasi)UNSUB
- Telkom (FLEXI) kirim ke 1212 dan ketik: RING(spasi)OFF
- Sampoerna Telecom (CERIA) kirim ke 234 dan ketik: REG(spasi)OFF, atau hubungi 234 dari telpon ceria
- Smart Telecom (SMART) kirim ke 2525 dan ketik: DEL(spasi)KodeLagu, Jika ingin meng-nonaktifkan sementara waktu, ketik: OFF dan kirim ke 2525
thanks to http://unek2.multiply.com/journal/item/85
The True Furqan: Sebuah Kedustaan dan Pengakuan Kegagalan
Posted by
Erwin Pacitan
at
9/25/2008 10:07:00 AM
.
0
comments
Blog baru
Alhamdulillah, moment Ramadhan 1429H ini, menjadi saat yg membahagiakan buatku, karena bisa keturutan membuat sebuah blog, insya Allah ini akan menjadi sarana komunikasi yg bermanfaat

